Mbak Mia’s Wedding: From Purwakanthi with Love

Pentas Purwakanthi kali ini sangat spesial. Karena aku pentas di manten Mbak Mia, salah satu orang yang berjuang di Purwakanthi.  Beberapa bulan sebelum manten, Mbak Riri minta kami isi tarian di manten Mbak Mia. Kami semangat semua! Awalnya, aku enggak ikutan disitu, tapi pada saat pemilihan senior yang ada disitu cuma ada aku; akhirnya aku masuk dalam 9 penari yang tampil.

Kali ini, tidak semua penari senior yang tampil; 4 junior belum pernah pentas, 4 sudah biasa pentas, dan 1 senior. Buat aku pribadi, pentas kali ini sangat berbeda. Kalau biasanya di bedayan kita terkoneksi dengan penari yang sudah biasa menari bersama, kali ini aku nari bareng junior dan beberapa yang tidak pernah setim. Tidak mudah untuk bisa menari dengan teman-teman yang belum satu grup, lho. Untuk membangun rasa dan kekompakan di tarian bedoyo ini. Rasanya, seru juga menjebloskan penari yang baru untuk pentas. Sebenarnya kasihan juga sama penari yang baru, tapi kalau enggak dijebloskan mereka tidak akan tampil.

Aku coba ajarkan mereka proses yang dulu kami alami di Purwakanthi; mengulang tarian sampai 10 kali. Itu sangat penting untuk bisa menampilkan tarian yang baik, bagus dan bisa dinikmati. Banyak lika-liku tapi bisa dilalui dengan baik.

Hari H, pukul 05.00 kami sudah di lokasi untuk mulai rias. Seperti biasa, kami enggak pakai perias dari luar karena selalu cocok dengan Bu Uci dan Mbak Nyoman. Sanggul Bu Lis. Dan satu teman yang bisa bantu pakai kain bedoyo dan dodot alit. Kita juga mulai ngemong penari junior untuk bisa satu ritme dengan kami setiap kali Purwakanthi nari.

Lucunya, saat dandan Mbak Mia datang dan bilang, “Aaah… senang!” dengan wajah yang berseri-seri. Pagi itu disaat Manten belum dandan, Purwakanthi justru sudah rapih dandan semua. Hihihi… Aku terharu sekali lihat Mbak Mia karena bisa dibilang anak, teman, dan seperjuangan di Purwakanthi sebelum ada siapa-siapa. Sekarang, Mbak Mia jadi manten. Enggak terasa Mbak Mia sudah mau rumah tangga. Rasanya kaya lihat anak sendiri jadi Manten. Mudah-mudahan pernikahannya berkah dan Allah selalu kasih berkah untuk mereka berdua.

Mbak Riri minta Mbak Mia juga untuk menari. Akhirnya kita kong-kalikong untuk mengondisikan Mbak Mia untuk nari. Awalnya, dia sempat panik karena takut enggak hapal tariannya. Last minute, kita bilang ke Mbak Mia untuk ikut nari. Dia panik! Tapi, akhirnya setelah aku yakinin pelan-pelan dia mau juga. Saking terharunya, aku justru lali tarianku sendiri. Wis pokoke gerak, saja! Moh gendinge opo. Hahaha…

Habis nari kita semua foto bareng. Semua foto dan video akan diunggah di Instagram dan Facebook Purwakanthi untuk bisa dinikmati dan terasa semua kebahagiaan hari ini.

Aku juga posting Instagram di Yoesi Ariyani, ah. Mau pamer kebaya seragam dari Mbak Mia, brokat dan warnanya bagus banget! Warnanya hijau keren, aku merasa cantik lah dengan hijau itu. Terima kasih juga buat jahitan dari Mbak Mercy untuk referensi penjahitnya yang bisa bikin aku terlihat langsing dan cantik!

Selamat ya Mbak Mia dan Mas Salman!

Semoga Allah memberikan kebahagiaan yang berlimpah untuk mereka berdua.



You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    IRA
    April 16, 2017 at 2:32 am

    Selamat Ulang Tahun, Selamat Launching webnya dan CoYo Studio nya. Semoga selalu menginsirasi kami semua. Congrats yaa… ❤❤❤

  • Reply
    Poppy Ariani
    April 16, 2017 at 10:29 am

    Selamat Ulang Tahun Mbak Yoesi dan Juga selamat atas launching web dan Coyo Studionya. Semoga semakin sukses dan selalu menjadi inspirasi buat kita semua. Love, kiss & Hug!

  • Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.