About Me

Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang sudah duduk di bangku kuliah.Berhobby menari, mengolah makanan, kembali ke dapur lalu menjadi vegan di akhir tahun 2012 membuat kehidupan ini menjadi berubah. Menjadi sangat jatuh cinta kepada sayuran, buah dan semua yang berbasis tumbuhan. Akhirnya juga lebih semangat kembali ke dapur untuk membuat makanan diri sendiri, suami dan anak-anak. Selalu berkeinginan mengajak teman-teman untuk membuat makanannya sendiri, memilih bahan makanan yang terbaik, ditanam secara organik, semaksimal mungkin memakai produk lokal semata-mata untuk mengajak lebih menghargai diri sendiri. Mencintai badan dengan hanya memasukkan makanan yang terbaik sebelum terlambat karena menjadi sakit akan jauh lebih mahal daripada itu semua.

Saya menikah di akhir usia 22 tahun. Dikaruniai anak laki-laki di usia 24 dan anak perempuan di usia 26 tahun menjadikan kehidupan saya sebagai istri dan ibu rumah tangga menjadi sempurna. Setelah anak – anak mulai sekolah, terpikirlah untuk menguruskan badan, karena pada saat hamil berat badan naik hingga 15 kg. Mengingat juga riwayat keluarga yang berbadan subur dan mempunyai garis keturunan ibu berpenyakit kanker rahim dan payudara. Pada saat itu akhirnya saya giat berolahraga dengan memakai jasa personal trainer dan akhirnya bersama sang personal trainer bisa berkesempatan membantu seorang Dokter olahraga di salah satu rumah sakit terkenal di daerah Kemayoran untuk memulai bisnis beliau mendirikan klinik Slim and Health Sport Therapy di bilangan Jakarta Barat.

Lima tahun adalah waktu yang sangat bermanfaat untuk mendapatkan ilmu tentang olahraga dan nutrisi. Ilmu mengenai bagaimana kita harus mengatur pola makan dan mendesain jenis olah raga yang harus dijalani berdasarkan massa otot, lemak, air dan tingkat metabolisme di setiap individu. Karena satu dan lain hal dimana anak-anak mulai lebih banyak lagi menuntut perhatian dari seorang ibu, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan kembali menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya sambil mencari alternatif kegiatan lain yang sejalan dengan olahraga tapi tetap bisa di rumah.

Teringat oleh hobi masa kecil dulu, akhirnya saya kembali menekuni hobi menari, khususnya Tari Jawa. Serasa menemukan kembali jiwa yang hilang, ternyata Tari Jawa membangkitkan kembali passion akan berkesenian. Dengan menari sayapun bisa bertemu dengan teman-teman sehati termasuk berjumpa denganMbak Janti di perkumpulan tersebut. Pentas demi pentas dijalani bersama dan akhirnya pada suatu saat kami memberanikan diri untuk mendirikan komunitas sendiri yaitu Komunitas Pencinta Tari Jawa Purwakanthi.

Purwakanthi kami terdiri dari individu dengan berbagai latar yang berbeda tetapi akhirnya bersatu karena semangat yang sama. Saya merasakan selalu dikelilingi banyak energi positif dan inspirasi khususnya dari Mbak Janti dengan pola makan vegan yang dijalaninya.

Pengalaman paling tidak terlupakan adalah saat mau tidak mau harus makan vegan food selama 5 hari dalam perjalanan liburan ke Bangkok bersama Mbak Janti. Lima hari berlalu tanpa rasa lapar menyiksa dan saya juga merasakan efek yang dramatis di badan, akhirnya sepulang dari liburan saya memutuskan untuk mengubah cara makan saya dari pemakan segala menjadi vegan. Dalam suatu kesempatan di event David Wolfe di Ubud Bali, saya bertemu dengan kakak Sophie Navita, seorang public figure yang sangat rendah hati, ramah sekali, dan inspiratif dengan mimpi #indonesiamakansayur nya Pada saat itu beliaulah orang kedua yang memperkuat keinginan saya untuk mejalani hidup sehat selagi badan memang masih dalam keadaan sehat dan tidak ingin mengalami sakit kanker rahim seperti almarhumah ibu kandung saya yang meninggal di usia 48 tahun. Menari, mengolah makanan, kembali ke dapur, menjadi vegan membuat kehidupan selama lebih dari tiga tahun belakangan ini menjadi berubah. Saya menjadi sangat jatuh cinta kepada sayuran, buah dan semua yang berbasis tumbuhan. Akhirnya saya juga lebih semangat kembali ke dapur untuk membuat makanan sendiri untuk saya, suami dan anak-anak.

Saya selalu berkeinginan mengajak teman-teman untuk membuat makanannya sendiri, memilih bahan makanan yang terbaik, ditanam secara organik, semaksimal mungkin produk lokal semata-mata untuk mengajak teman-teman lebih menghargai diri sendiri. Cintailah badan dengan hanya memasukkan makanan yang terbaik sebelum terlambat karena menjadi sakit akan jauh lebih mahal daripada itu semua.

Disela-sela kegiatan saya masak-memasak di dapur, selain menulis resep, kadang-kadang menyalurkan hobby yang lain yaitu zentangle. Hobby urek-urek ini dimulai pada Februari 2014 seiring dengan kesukaan saya untuk selalu menghias smoothie bowl.

Melalui blog ini,saya ingin berbagi semua hal dalam kehidupan saya sehari-hari, yang saya lakukan dengan penuh cinta. Karena saya percaya bahwa apapun kalau dilakukan dengan sepenuh hati dengan cinta tulus pasti akan mendatangkan berkah, terutama berkah cinta yang berlipat ganda untuk dan dari semua orang yang ada di sekitar saya.